Kamis, 09 Januari 2014

Surprize for my hubby



SURPRIZE FOR MY HUBBY
Oleh
Yanie Al Adawiyah
Senyumanku akan terus terpancar indah ketika aku bertemu denganmu nanti. Setahun sudah menjalani kehidupan bersamamu dan semua terasa begitu indah walau terkadang ada konflik yang menyerang tapi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Yaa… keterbukaan dan komunikasi yang akan membuat suatu hubungan akan selelu tentram dan terjaga. Hmmmm……Rumah di pedesaan memang lebih asri dan sejuk dari pada di kota, sawah- sawah masih terlihat luas dengan tumbuh-tumbuhan yang tertanam di dalamnya, padi, jagung sudah mulai membuahkan hasil. Pohon singkong dan ubi yang tumbuh  di bagian sudut sudut sawah juga sudah mulai tua. Jadi gak sabar ingin cepat-cepat panen.
Pagi yang cerah secerah harapan yang menghasilkan suatu keindahan. liburan kuliah yang membuatku pulang ke kampong halamanku membawa secercah keceriahan yang sulit ku dapatkan selain bertemu dengan keluarga tercinta. Pagi ini aku akan ke Surabaya untuk ketemu kekasihku yang bernama Ari. Sudah sekitar sebulan lebih aku tidak bertemu dengannya, dan musim kagen bener-benar bersemi di bulan ini. Lagipula besok adalah setahun hari jadianku sama Ari. Rencananya akan ku buat surprise atas kedatangannku hari ini, memang sengaja aku tidak memberitahu Ari kalau hari ini aku akan ke Surabaya. Aku ingin dia terkejut karna kehadiranku.
Keramaian di terminal membuatku tak sabar ingin cepat-cepat sampai di Surabaya. Lama juga aku menunggu keberangkatan bis kota, membuatku suntuk dengan kegerahan yang mulai menyelimuti tubuhku di siang ini. Ku pasang headsead dan ku putar sebuah alunan lagu-lagu untuk mengiringi kekosongan hatiku. “Cinta itu anugrah yang tak mungkin mudah ku melepaskannya….walau seribu rintangan tak gentarku untuk menjalani semua dengannmu….…” lagu ini adalah lagu yang sering aku nyanyikan bersama Ari. Ntah itu waktu di jalan, di taman dan kadang waktu telefon juga dia sering menyanyikan lagu itu untukku, So Sweets.
Dua jam lebih perjalanan dari desa ke kota, amat melelahkan sekaligus membuat isi perut keroncongan. Akhirnya Sampai juga aku di depan campusku, biasanya Ari akan menjemputku karna perjalanan ke kos cukup jauh, tapi kali ini aku jalan kaki sendiri, Ari pun tidak tau kalau aku akan datang ke Surabaya. Sebelum jalan ke kos aku mu mampir ke toko, beli coklat dengan hiasan sebuah pita dan tak lupa kartu ucapan. Sedikit aneh sih….masak cewek memberikan ini. Tapi gag apa-apa lah, ini kan Cuma hadiah bukan kado atau apalah yang special. Lagipula aku juga tidak bawa oleh-oleh dari desa yang akan ku berikan kepadanya. Dia pasti juga seneng apa yang sudah aku bawakan untuknya. Sampai di kos langsung ku rebahkan tubuhku di kasur yang empuk, angan-angan mulai menemaniku kalau malam ini pasti bulan akan bersinar cerah.
Detik demi detik pun berlalu. Adzan maghrib di mushollah Al-Ikhlas telah berkumandang, ku laksanakan kewajibanku untuk sholat maghrib. Sesudah itu aku akan sms Ari, membuat dia terkejut dengan kedatanganku hari ini.
Ari, sbuk gag? Bza k taman bungah sekrang gag???
ya mawarku chaynkemkx knpa? Mau ktmu cp Q dcana? balas Ari.
Ntar jga tw ndiri……skrang yach, cepetan loch!!!!!!!!!!
ya dech bales Ari singkat.
5 menit ku tunggu Ari di bangku taman tapi tidak ada sesosok bayangan Ari yang muncul. Padahal rumahnya cukup dekat dari sini.10 menit tetap ku menunggu akhirnya aku melihatnya di tepi jalan, matanya cukup meyakinkan kalau dia sedang mencari seseorang. Akhirnya aku sms dank u suruh dia ke tempat seperti biasa kalau kita ketemu.
“ Surprize………….” Hentak suaraku di depannya.
“ Mawar!!!!!!!!!!!!!!!!! perasaan tadi bulan ada di atas, kog sekarang ada di depanku
yach!!!!!!!!!! Aku gak salah kan, mungkin aku lagi mimpi.” Kaget plus kata-kata gombalnya keluar jadi satuo.
“ Gombal terus dech…oh iya ne ada coklat buat kamu, selamat hari jadi kita yang ke setahun sayang.”
“ sungguh indah cintaku” ucap Ari gemes sambil mencubit pipiku.” Kok kamu bisa ada di sini, kapan baliknya? Katanya bakal lama liburan di kampung?” Lanjutnya.
“ Yach, aku kan ingin memberikan sesuatu untukmu di hari yang special ini.” Jawabku.
“ aku seneng kok, seneng bangett.” Ucapnya membahagiakanku.
            Malam itu cukuplah menjadi malam yang berhias bulan dan bintang yang bertaburan. Cukup cerah langit di malam itu. Sejuk dengan hiasan bunga yang berada di sekelilingku memenuhi taman. Membuat hatiku lebih berwarna dan indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar