SURPRIZE FOR MY HUBBY
Oleh
Yanie Al Adawiyah
Senyumanku akan terus terpancar indah ketika aku bertemu denganmu
nanti. Setahun sudah menjalani kehidupan bersamamu dan semua terasa begitu
indah walau terkadang ada konflik yang menyerang tapi tidak membutuhkan waktu
yang lama untuk menyelesaikannya. Yaa… keterbukaan dan komunikasi yang akan
membuat suatu hubungan akan selelu tentram dan terjaga. Hmmmm……Rumah di
pedesaan memang lebih asri dan sejuk dari pada di kota, sawah- sawah masih
terlihat luas dengan tumbuh-tumbuhan yang tertanam di dalamnya, padi, jagung
sudah mulai membuahkan hasil. Pohon singkong dan ubi yang tumbuh di bagian sudut sudut sawah juga sudah mulai
tua. Jadi gak sabar ingin cepat-cepat panen.
Pagi yang cerah secerah harapan yang menghasilkan suatu keindahan.
liburan kuliah yang membuatku pulang ke kampong halamanku membawa secercah
keceriahan yang sulit ku dapatkan selain bertemu dengan keluarga tercinta. Pagi
ini aku akan ke Surabaya untuk ketemu kekasihku yang bernama Ari. Sudah sekitar
sebulan lebih aku tidak bertemu dengannya, dan musim kagen bener-benar bersemi
di bulan ini. Lagipula besok adalah setahun hari jadianku sama Ari. Rencananya
akan ku buat surprise atas kedatangannku hari ini, memang sengaja aku tidak
memberitahu Ari kalau hari ini aku akan ke Surabaya. Aku ingin dia terkejut
karna kehadiranku.
Keramaian di terminal membuatku tak sabar ingin cepat-cepat sampai
di Surabaya. Lama juga aku menunggu keberangkatan bis kota, membuatku suntuk
dengan kegerahan yang mulai menyelimuti tubuhku di siang ini. Ku pasang
headsead dan ku putar sebuah alunan lagu-lagu untuk mengiringi kekosongan
hatiku. “Cinta itu anugrah yang tak mungkin mudah ku melepaskannya….walau
seribu rintangan tak gentarku untuk menjalani semua dengannmu….…” lagu ini
adalah lagu yang sering aku nyanyikan bersama Ari. Ntah itu waktu di jalan, di
taman dan kadang waktu telefon juga dia sering menyanyikan lagu itu untukku, So
Sweets.
Dua jam lebih perjalanan dari desa ke kota, amat melelahkan
sekaligus membuat isi perut keroncongan. Akhirnya Sampai juga aku di depan
campusku, biasanya Ari akan menjemputku karna perjalanan ke kos cukup jauh,
tapi kali ini aku jalan kaki sendiri, Ari pun tidak tau kalau aku akan datang
ke Surabaya. Sebelum jalan ke kos aku mu mampir ke toko, beli coklat dengan
hiasan sebuah pita dan tak lupa kartu ucapan. Sedikit aneh sih….masak cewek
memberikan ini. Tapi gag apa-apa lah, ini kan Cuma hadiah bukan kado atau
apalah yang special. Lagipula aku juga tidak bawa oleh-oleh dari desa yang akan
ku berikan kepadanya. Dia pasti juga seneng apa yang sudah aku bawakan
untuknya. Sampai di kos langsung ku rebahkan tubuhku di kasur yang empuk,
angan-angan mulai menemaniku kalau malam ini pasti bulan akan bersinar cerah.
Detik demi detik pun berlalu. Adzan maghrib di mushollah Al-Ikhlas
telah berkumandang, ku laksanakan kewajibanku untuk sholat maghrib. Sesudah itu
aku akan sms Ari, membuat dia terkejut dengan kedatanganku hari ini.
“ Ari, sbuk gag? Bza k taman bungah sekrang gag…???”
“ ya mawarku chaynk…emkx knpa? Mau ktmu cp Q dcana?” balas Ari.
“ Ntar jga tw ndiri……skrang yach, cepetan loch!!!!!!!!!!”
“ ya dech” bales Ari singkat.
5 menit ku tunggu Ari di bangku
taman tapi tidak ada sesosok bayangan Ari yang muncul. Padahal rumahnya cukup
dekat dari sini.10 menit tetap ku menunggu akhirnya aku melihatnya di tepi
jalan, matanya cukup meyakinkan kalau dia sedang mencari seseorang. Akhirnya
aku sms dank u suruh dia ke tempat seperti biasa kalau kita ketemu.
“ Surprize………….” Hentak suaraku di
depannya.
“ Mawar!!!!!!!!!!!!!!!!! perasaan
tadi bulan ada di atas, kog sekarang ada di depanku
yach!!!!!!!!!! Aku gak salah kan,
mungkin aku lagi mimpi.” Kaget plus kata-kata gombalnya keluar jadi satuo.
“ Gombal terus dech…oh iya ne ada
coklat buat kamu, selamat hari jadi kita yang ke setahun sayang.”
“ sungguh indah cintaku” ucap Ari
gemes sambil mencubit pipiku.” Kok kamu bisa ada di sini, kapan baliknya?
Katanya bakal lama liburan di kampung?” Lanjutnya.
“ Yach, aku kan ingin memberikan
sesuatu untukmu di hari yang special ini.” Jawabku.
“ aku seneng kok, seneng bangett.”
Ucapnya membahagiakanku.
Malam itu cukuplah menjadi malam
yang berhias bulan dan bintang yang bertaburan. Cukup cerah langit di malam
itu. Sejuk dengan hiasan bunga yang berada di sekelilingku memenuhi taman.
Membuat hatiku lebih berwarna dan indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar