Selasa, 25 Maret 2014

Sepertiga Malam



Sepoinya hembusan angin dari sela-sela jendela
Sejuk hingga terasa mengiringi langkahku
Keheningan pada sepertiga malam
Sunyi tiada nada berbunyi
Desahnya suara bibir tanpa berucap
Ku mlangkah sedikit demi sedikit
Mengambil butiran-butiran air bening nan suci
Ku usapkan pada rupa kusut
Mengalir dengan berbagai alunan do'a
Sepi kembali ku melangkah
Ku pakai kain  putih yang suci
Dan bergerak untuk mulai dalam sujudku
Kekhusuk'an membuat hati bercahaya
Bersama merdunya ayat-ayat suci
Membingkaikan rasa dalam bait
Rumput selaput nadi bergoyang lembut
Katika cahaya putih mulai merangkuh
Ku ulangi do’a dalam sujudku
Sejenak hati ini teracuni oleh butiran-butiran lembut
Tergenggam dalam ruang kesucian dan ketenangan
Lalu kembali dalam dunia dimana rasa dan cinta
Menyatuh bersama sinarnya kilauan cahaya