KISAH SAAT KELAK NABI ISA AS TURUN KE BUMI DAN MEMBUNUH DAJJAL
Rasulullah shalallahu alaihiwasallam bersabda :
“Demi Allah, sesungguhnya Isa putra Maryam akan turun ke bumi sebagai
hakim yang adil, akan membebaskan jizyah, unta-unta muda akan dibiarkan
hingga tidak ada yang mau mengurusinya lagi, sifat bakhil, saling
membenci, dan saling dengki akan hilang, dan orang-orang akan
memanggil-manggil orang lain yang mau menerima hartanya (shadaqahnya),
tetapi tidak ada seorangpun yang mau menerimanya.[Shahih Muslim, Bab
Nuzuuli Isa ‘Alai hissalam 2:192]
Pada suatu masa nanti , Imam
Mahdi melakukan peperangan dengan Dajjal di daerah Bani Hasyim. Disana
kaum muslimin di kejar-kejar oleh Dajjal, namun mereka bisa lolos dengan
naik ke gunung Dukhan. Pada saat kaum muslimin sedang dikejar-kejar
oleh Dajjal dan pengikutnya, tiba-tiba terdengar kalau Nabi Isa a.s.
turun dari langit. Turunnya Nabi Isa ini langsung berada di atas menara
putih yang berada di sebelah timur kota Damaskus,yang menjadi ibu kota
Syiria. Setelah mendengar turunya Nabi Isa a.s.di Syira, maka banyak
orang yang berbondong-bondong datang kesana, mereka datang dengan
berbagai penjuru dunia ingin melihat wajah Nabi Isa a.s.
Kedatangan mereka ke Damaskus bagaikan,air yang semakin lama semakin
penuh sesak oleh lautan manusia yang datang dari seantero jagad,bahkan
sampai terjadi orang jatuh terinjak-injak karena padat dan penuhnya
manusia yang ingin melihat Nabi Isa a.s.
Kedatangan Nabi Isa
a.s.ini membuat Dajjal kalang kabut, akhirnya ia melarikan diri.Akan
tetapi Nabi Isa a.s.terus memburunya sampai akhirnya Dajjal tertangkap
oleh Nabi Isa a.s. di daerah Babilud, yaitu sebelah tenggara ibu kota
Palestina, Baitul Maqdis atau Yerussalem, kira-kira jaraknya sejauh tiga
kilo meter.Ditempat itu Dajjal di bunuh oleh Nabi Isa a.s.
Menurut sebagian cerita: Nabi Isa a.s.tidak bisa mengejar larinya
Dajjal, Kemudian beliau bersabda kepada bumi : “Wahai bumi telanlah kaki
Dajjal”. Pada saat itu Dajjal menginjak tanah kampung Luth (yaitu
daerah yang dulunya menjadi perkampungan kaum Luth). Dengan demikian
akhirnya Dajjal tidak bisa melarikan diri lagi, kemudian Nabi Isa
a.s.mendatanginya dengan menatap tajam wajah Dajjal, beliau lalu berkata
kepada Dajjal : “Wahai Dajjal engkau telah mengaku sebagai Tuhan, yang
menciptakan langit dan bumi seisinya. Sudah berapa lama engkau hidup di
dunia ini?, dan sudah berapa banyak umat manusia yang telah engkau
sesatkan?, sekarang siapa yang akan engkau sembah?,
Mendengar
bentakan Nabi Isa a.s.demikian itu,Dajjal bungkam seribu bahasa,ia tidak
berani berkutik sedikitpunjuga tidak berani membantah.Menurut sewaktu
nabi Isa a.s.membentak dirinya,mulut Nabi Isa a.s. bagaikan suara
halilintar yang memenuhi isi jagad raya ini. Hal ini yang membuat tubuh
Dajjal menggigil ketakutan, akhirnya tubuhnya itu mengecil. Hilang
kekuatannya, hilang kewibawaannya, dan tampak kelemahan dirinya.
Tubuhnya menggigil ketakutan, ibarat kambing menghadapi binatang buas
yang akan memangsanya.
Tanpa membuang waktu lagi akhirnya, Nabi
Isa a.s. menancapkan pedang pada leher Dajjal, ia meronta-ronta
kesakitan dalam sakaratul mautnya, suaranya bagaikan sapi yang
disembelih. Pada akhirnya Dajjal mati Sedangkan tempatnya ia kembali
adalah jelas ke neraka.
Allah subhana wa Ta'ala berfirman. :
“Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya
nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan
Allah) untuk Bani Israil. Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami
jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun
temurun.
...... Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar adalah tanda bagi hari kiamat...” (Az-Zukhruf: 59-61)
Ya Allah , lindungi kami , keluarga serta anak cucu keturunan kami dan
seluruh saudara muslim kami dari segala sebab keburukan iman dan dari
fitnah dajjal ,
اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar